Seminar Dokter Gigi yang Kesepian

Oleh : Maya Rahim Elqomary
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Dentamedia No. 2 Vol 20 : April - Juni 2016

Dua bulan terakhir ini saya mengikuti dua seminar di dua kota yang berbeda. Dua seminar tersebut yang satu berskala lokal, sementara yang satunya lagi berskala internasional dengan banyak pembicara asing dari berbagai negara. Ada hal menarik dari kedua seminar tersebut yaitu sepinya seminar, terlihat dari banyaknya kursi yang kosong.
Selengkapnya...

Dokter Gigi Perlu Menguasai Seni Memimpin

Oleh : Veni Takarini
Dokter Gigi Indonesia sedang belajar di London

Dentamedia No. 2 Vol. 19 : April-Juni 2015

Umumnya dokter gigi bekerja secara mandiri di ruang praktek yang terbatas, tetapi setelah prakteknya berkembang atau karena mendapat jabatan ia menjadi tidak lagi bekerja sendiri, saat inilah dokter gigi perlu menguasai seni memimpin. Banyak definisi pemimpin, tetapi secara sederhana pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut, baik karena hubungan kerja maupun karena hubungan sosial. Bagi yang menjadi pemimpin karena hubungan kerja seperti kepala kantor atau ketua organisasi, situasinya menjadi mudah karena ia dijadikan pemimpin yang didukung oleh suatu aturan tetapi bagi pemimpin sosial atau informal menjadi sulit karena tidak ada aturan yang memaksa orang lain untuk menjadi pengikutnya.
Selengkapnya...

Buah Simalakama JKN BPJS-Kesehatan

Oleh : Ronny Baehaqi
Dokter Gigi RS dr. Soetomo Surabaya

Dentamedia No. 1 Vol. 19 : Januari - Maret 2015

Akhir tahun 2013 sudah dihembuskan isu tentang pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digawangi oleh BPJS-Kesehatan alias PT Askes (Persero) yang berganti baju. Dari sisi ini saja sudah dapat diprediksi apa yang akan terjadi, terutama untuk bidang kesehatan gigi dan mulut. Sudah bukan rahasia, kalau perlakuan Askes  terhadap bidang kedokteran gigi sangat minor, dari sejak lama Askes menghitung utilitas pelayanan keseha-tan gigi hanya 0,2%, dan pola ini tidak berubah sampai tahun 2013.
Selengkapnya...

Peran Dokter Gigi dalam DVI di Indonesia

Oleh : Nadia Faradiba
Mahasiswa Profesi FKG Unpad

Dentamedia No. 2 Vol. 18 : April - Juni 2014

Pernah dengar istilah DVI?  Istilah ini mulai populer saat terjadi kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Bogor. Tim DVI Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang turut dalam operasi SAR pada kecelakaan tersebut, apa sebenarnya DVI? Disaster Victim Identification (DVI) sejatinya adalah sebuah prosedur yang sesuai dengan namanya digunakan untuk mengidentifikasi korban bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan ilmiah dan prosedurnya ini sesuai dengan acuan dari Interpol dan DVI Guidelines.
Selengkapnya...

Bagaimana FKG Mendidik Kita

Oleh : Putri R. Sukamto
Dokter Gigi di Sukabumi

Dentamedia No. 3 Vol. 17 : Juli-September 2013

"...pendidikan memang bukan segalanya, tetapi segalanya berasal dari pendidikan...". Jika diibaratkan bangsa kita adalah sebuah bangunan, maka pendidikan adalah salah satu pilar yang turut mengokohkan bangunan Indonesia. Bagaimana tidak, untuk mengawali suatu perubahan, suatu prestasi, suatu kemajuan kita membutuhkan proses pendidikan.
Selengkapnya...

Konsep Dokter Gigi Pelayanan Primer

Oleh : Iwan Dewanto
Direktur RSGM Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta

Dentamedia No. 2 Vol. 12 : April - Juni 2013

Istilah Dokter Gigi Pelayanan Primer akhir-akhir ini santer dibicarakan terkait dengan rencana pemerintah untuk mulai menjalankan Sistem Jaminal Sosial Nasional (SJSN) mulai 1 Januari 2014, di kalangan praktisi dokter gigi istilah ini kerap dikaitkan dengan besaran kapitasi yang akan diterima bila SJSN telah berjalan Saat ini, pola pelayanan kesehatan yang terjadi sebenarnya  berkonsep “paradigma sakit”. Bayangkan apabila seorang dokter gigi membuka praktek mandiri dan ternyata belum ada pasien yang datang, dalam benaknya, pastilah mengharapkan adanya kunjungan pasien.  Namun bagaimana jika ternyata selama beberapa hari tempat prakteknya selalu sepi dari kunjungan pasien? Apakah dokter gigi akan mendoakan agar ada orang yang sakit gigi dan datang berobat ke tempatnya? Inilah yang disebut ‘paradigma sakit’.
Selengkapnya...

Pencegahan Karies Anak Pra Sekolah

Oleh : Rahimayanti
Dokter Gigi di Loktabat Utara Banjarbaru Kalimantan Selatan

Dentamedia No. 1 Vol. 17 : Januari - Maret 2013

Karies gigi pada anak prasekolah, atau istilah terbarunya Early Childhood Caries (ECC), adalah salah satu penyakit kronis paling umum yang diderita oleh anak-anak; dahulu karies pada anak ini disebut karies rampan. Early Childhood Caries adalah lesi yang dapat berkembang dengan sangat cepat, bahkan sejak gigi baru saja tumbuh. Dapat terlihat sebagai lubang gigi yang jelas hanya dalam tempo 6 sampai 12 bulan usia bayi. Early Childhood Caries dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan karena terganggunya asupan gizi anak.
Selengkapnya...

Omong Kosong, Masuk FKG Masa Depan Dijamin

Oleh : Gelar S. Ramdhani
Mahasiswa PSKG Universitas Jenderal Soedirman

Dentamedia No. 3 Vol. 16 : Juli - September 2012

Setiap tahunnya sekitar bulan Maret sampai Agustus adalah masa dimana calon lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat menentukan arah tujuan hidupnya, kemanakah saya setelah lulus SMA? Kerjakah? Kalau kerja saya kerja dimana? Nikahkah? Kalau nikah saya nikah dengan siapa? Atau Kuliahkah? Tapi kalau kuliah kuliah dimana? Itulah yang saya dan teman-teman saya dulu rasakan ketika hendak melepas seragam kebanggaan para ABG yakni seragam putih abu-abu.
Selengkapnya...

Masih Haramkah Dokter Gigi Promosi?

Oleh : Belly Sam
Staf Pengajar FKG Universitas Padjadjaran

Dentamedia No. 2 Vol. 16 : April-Juni 2012

Banyak orang Indonesia berduit lebih memilih pergi untuk berobat di negeri jiran daripada di negeri sendiri, mungkin salah satu penyebabnya adalah karena promosi layanan pengobatan di negeri kita nyaris tak ada, sementara di negeri lain mereka jor-joran berpromosi. Sebenarnya di Indonesia semua jenis perawatan bisa dikerjakan, hanya karena ketidaktahuan masyarakatlah yang membuat mereka tidak tahu  jenis dan kualitas layanan kesehatan di negeri sendiri”
Selengkapnya...

 
Hak cipta copyright © 1997-2024 Dentamedia, isi dapat dikutip dengan menyebutkan sumbernya
© free template by Blogspot tutorial