Sumbangan Biaya Pendidikan Kedokteran Gigi

Oleh : Ronny Baehaqi Dokter Gigi di Surabaya

Dentamedia No.1 Vol.6 : Januari-Maret 2002

Dalam penyelenggaraan institusi pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi diperlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk menutupi biaya yang timbul maka institusi pendidikan memerlukan kecuran dana, bagi sekolah swasta jelas dana tersebutdibebankan pada peserta didik sebagian lagi pada anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat.
Namun kini dengan berubahnya status sebagai perguruan tinggi negeri menjadi Badan Hukum Milik Negara maka urusan pembiayaan ini lambat laun diserahkan sepenuhnya pada lembaga pendidikan yang bersangkutan, akibatnya paradigma lama yang menganggap bahwa sekolah negeri lebih murah dibanding dengan sekolah swasta tidak berlaku lagi. Kini perguruan tinggi negeri (PTN) melakukan hal yang hampir sama dengan perguruan tinggi swasta (PTS) dsalam hal pencrian dana pendidikan, bahkan boleh dikatakan lebih aktif dan inovatif. Selain program reguler, PTN membuka program ekstensi, kelas eksekutif, bahkan kelas jauh yang belakangan menjadi kontroversial. Bila ditinjau dari sudut dana, semua program-program ini diluncurkan untuk menghimpun lebih banyak uang yang sangat diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Maka kekhawatiran bahwa pendidikan hanya menjadi monopoli mereka yang mampu secara finansial, kini menjadi kenyataan yang tideak dapat dipungkiri. Pendidikan khususnya ppendidikan tinggi termasuk pendidikan kedokteran gigi hanya bisa dimasuki oleh mereka yang mampu membayar uang masuk sekian juta rupiah dan biaya kuliah sekian juta setiap semester. Tentu pelaku dunia pendidikan dapat berkilah bahwa mereka pun menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu, tapi kita tentu tahu bahwa mereka yang mendapat beasiswa presentasinya sangat kecil, karena memang apabila teralalu banyak memberi beasiswa akan sangat merugikan dari segi finansial bagi perguruan tinggi yang bersangkutan.
Itulah yang kini terjadi dalam dunia pendidikan kita, termasuk dalam pendidikan kedokteran gigi.Silahkan cek berapa uang masuk ke FKG sekolah-sekolah swasta, jawabannya akan cukup membuat tercengang. Coba tanyakan berapa biaya masuk program spesialis kedokteran gigi ini pun sangat tinggi, bahkan menyambut kebijakan Depkes yang membolehkan dokter gigi pra-PTT masuk pendidikaan spesialis, PTN-PTN ternama memberikan tarif khusus yang besarnbya bisa samapai 10 kali lipat bila dibandingkan dengan biaya yang harus di bayar peserta didik pasca PTT, maka bila tidak kaya surat-suratan nasib untuk ikut PTT saja.
Permasalahan kemudian timbul ketika diterima tidaknya seseorang disuatu institusi pendidikan tidak lagi berdasarkan hasil tes masuk, tetapi tergantung dari berapa besar sumbangan yang dibayarkannya. Tidak percaya? Silahkan mendaftar ke sebuah PTS, maka secara terus terang banyak PTS yang akan memberikan kita sebuah formulir yang bisanya diminta diisi dan dikirim setelah mengikuti tes, isinya jumlah sumbangan yang akan diberikan apabila diterima.
Berapa harus menyumbang? Sudah menjadi rahasia umum, sebelum menuliskan angka sumbangan tanyakan dahulu ada pada peringkat berapa posisi kita berdasarkan hasil tes, makin besar peringkatnya bila ingin diterima sumbangan yang dijanjikan harus makin besar pula; bila sudah demikian mau kemana dunia pendidikan kita?

Tidak ada komentar:

 
Hak cipta copyright © 1997-2018 Dentamedia, isi dapat dikutip dengan menyebutkan sumbernya
© free template by Blogspot tutorial