Tantangan dan Peluang Karier Dokter Gigi

Oleh : Emmyr F. Moeis
Staf Pengajar FKG Universitas Padjadjaran

Dentamedia No. 4 Vol. 4 : Oktober-Desember 2000

Berbicara mengenai karier dokter gigi di Indonesia tidak terlepas dengan pengertian dan pengembangan karier yang identik dengan pengembangan kemajuan dokter gigi sebagai pribadi dalam meniti kehidupan (progress through life) dan pengembangan jabatan atau posisi dalam suatu organisasi pemberi pelayanan kesehatan (misalnya PNS di Puskesmas) yang diperoleh dokter gigi karena prestasi dan keahlian dalam melaksanakan tugas dan jabatannnya.
Di masa mendatang setiap sumber daya manusia dituntut untuk dapat hiudup secara produktif dan berkualitas, seperti kita ketrahui AFTA akan sudah dimulai tahun 2003. Tentunya seorang dokter gigi Indonesia harus dapat tampil sebagai sumberdaya manusia yang berpedoman pada quality health manpower, bila tidak ingin tertinggal oleh sejawat dokter gigi asing yang mulai berdatangan ke Indonesia.
Pelajaran Masa Lalu
Masyarakat berperilaku berobat bila sudah terasa sakit atau berobat bila sudah terlambat.Terjadi kecenderungan peningkatan penyakit gigi dan mulut dalam 20 tahun terakhir, ini memberikan dampak yang sangat berarti di tengah masyarakat sepertigangguan fungsi pengunyahan, bicara, dan gangguan estetika.
Sampai saat ini bentuk pelayanan kepada masyarakat masih menganut paket dari pusat belum ada otoritas bagi tiap Puskesmas untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi masyarakat di sekitarnya.
Gambaran Masa Depan
Masyarakat sebagai pengguna jasa akan makin menuntut pelayanan yang modern, canggih, dan lebih bermutu. Tempat pelayanan kesehatan (provider) yang selama ini di dominasi instansi pemerintah akan bergeser kepada pelaku usaha swasta baik itu dari dalam maupun luar negeri. Sistem pembayaran yang selama ini menganut pola out of pocket payment akan mulai digantikan oleh system asuransi.
Dari segi penentu kebijakan peran pemerintah akan bergeser menjadi pengendali (steering) serta mengurangi perannya sebagai pelaksana kecuali bagi penduduk kurang mampu. Organisasi profesi seperti PDGI akan memiliki peranan yang lebih kuat dalam menentukan peraturan dan standar pelayanan medik.
Tantangan dan Peluang
Permintaan akan pelayanan yang bersifat kosmetika dan rehabilitative akan meningkat pesat, namun kapasitas pendidikan di dalam negeri berjalan lebih lamban dari pada kemajuan teknologi dan permintaan konsumen. Pelayanan akan dituntut lebih canggih, bermutu, dan efisien sehingga akan diperlukan modal besar untuk memenuhinya, yang akan sulit ditanggung oleh model praktek solo practitioner.
Perkembangan system asuransi akan mengurangi pola pembayaran langsung dari pasien, dengan system ini akan makin banyak masyarakatyang datang ke dokter gigi tapi tariff praktek tidak dapat lagi ditentukan secara sepihak oleh dokter gigi karena posisi tawar pasien telah diambil alih oleh periusahaan asuransi yang tentu saja menginginkan pembayaran seminimal mungkin.
Investor swasta dengan orientasi provit akan makin banyak yang bergerak di sector swasta tetapi akan terkonsentrasi di pusat-pusat pembangunan serta cenderung memilih pasar menengah ke atas. Prinsip “kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat” yang selama ini berlaku di dunia kesehatan akan bergeser menjadi “tuntutan kebutuhan masyarakat” seiring dengan makin berkembangnya pemikiran dan wawasan masyarakat.
Penutup
Dalam hal assessment epidemologi dimana terjadi penurunan penyakit infeksi dan bertambahnya proporsi penduduk usia tua akan menjadi dasar pengembangan profesi dokter gigi di bidang spesialistis. Mengiringi kondisi ini pendapatan dan pendidikan masyarakat akan makinn berkembang, mereka menjadi banyak tahu termasuk mengenai hal-hal yang menyangkut kesehatan gigi dan mulut, hal ini perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan yang diberikan agar tuntutan masyarakat senantiasa dapat terpenuhi.
Sudah saatnya dikembangkan program quality assurance dalam rangka menjaga mutu profesi dalam era persaingan global, sehingga setiap dokter gigi akan selalu melakukan aktualisasi diri agar senantiasa berkualitas dan berwawasan luas melalui pola be creative, searching for the unseen, touching the untouchable, reaching for the impossible for a brighter tomorrow.

Tidak ada komentar:

 
Hak cipta copyright © 1997-2018 Dentamedia, isi dapat dikutip dengan menyebutkan sumbernya
© free template by Blogspot tutorial